<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>linkmemahamisufi</title>
	<atom:link href="http://linkmemahamisufi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://linkmemahamisufi.wordpress.com</link>
	<description>webblog ini link dari memahamisufi.wordpress.com</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 May 2011 17:42:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='linkmemahamisufi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/eb3f356e534b5b8dfd1d49fb8456dbad?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>linkmemahamisufi</title>
		<link>http://linkmemahamisufi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://linkmemahamisufi.wordpress.com/osd.xml" title="linkmemahamisufi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://linkmemahamisufi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Allah ?</title>
		<link>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2009/01/01/allah/</link>
		<comments>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2009/01/01/allah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 10:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linkmemahamisufi.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[‘ALLAH’ nama siapa ? Bulan Desember 2007 dunia dikejutkan keputusan Pemerintah Malaysia yang tidak memperpanjang izin terbit ‘The Herald,’ berita mingguan gereja Katolik, alasannya ‘The Herald’ menggunakan nama ‘Allah’ untuk menyebut Tuhan dan nama itu dianggap nama tuhannya agama Islam. Pada akhir Desember izin itu kemudian diberikan, namun penggunaan nama Allah tetap dilarang. Fanatisme kepemilikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=41&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">‘<strong>ALLAH</strong>’ nama siapa ?</p>
<p style="text-align:justify;">Bulan Desember 2007 dunia dikejutkan keputusan Pemerintah Malaysia yang tidak memperpanjang izin terbit ‘The Herald,’ berita mingguan gereja Katolik, alasannya ‘The Herald’ menggunakan nama ‘Allah’ untuk menyebut Tuhan dan nama itu dianggap nama tuhannya agama Islam. Pada akhir Desember izin itu kemudian diberikan, namun penggunaan nama Allah tetap dilarang. Fanatisme kepemilikan nama ‘Allah’ juga pernah dilontarkan sekelompok kecil masyarakat di Indonesia namun karena tokoh-tokoh muslim menyadari bahwa klaim itu tidak berdasar maka kemudian dilupakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh menarik untuk dicermati, karena akhir-akhir ini, lagu ‘Rasa Sayange, Angklung, bahkan Reog Ponorogo’ dianggap milik Malaysia, dan kini nama ‘Allah’ bahasa Arab di klaim pula sebagai milik kelompok tertentu orang Malaysia yang beragama Islam, padahal orang Arab sendiri yang memiliki bahasa itu dan beragama Islam tidak mempersoalkannya dan nama ‘Allah’ bersama digunakan baik oleh orang berbahasa Arab yang beragama Yahudi, Kristen, maupun Islam. Injil pertama dalam bahasa Melayu (Corneliz Ruyl, 1629) sudah menulis nama ‘Allah’ didalamnya empat abad yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Nama ‘Allah’ adalah nama untuk menyebut Tuhan semitik dalam bahasa Arab, dan nama ini sudah disebut jauh sebelum agama Islam hadir di abad-VII, sedini kehadiran bahasa Arab. Agama Semitik (Yahudi, Kristen, Islam) berasal dari rumpun keturunan Sem. Arphaksad adalah putra Sem yang menurunkan bangsa Ibrani (dikaitkan nama Eber cucu Arphaksad), dan Aram putra Sem menurunkan bangsa Aram dan Arab. Dalam hal bahasa, Aram lebih dahulu mengembangkan bahasanya dan nenek moyang bangsa Ibrani mengembangkan bahasa Ibrani dengan berakulturisasi dengan bahasa Kanani dan Amorit dan menggunakan abjad Kanani kuno (Funisia) yang kemudian berkembang dalam bentuk bulat karena pengaruh bahasa Aram.</p>
<p style="text-align:justify;">Abraham berasal dari Mesopotamia dan berbahasa Aram, setelah hijrah ke Palestina, Ishak anaknya mengawini iparnya Ribka, saudara Laban yang tinggal di Mesopotamia, Laban dicatat Alkitab sebagai orang Aram berbahasa Aram (Kejadian 31:20,47). Yakub, putra Ishak dan Ribka, mengawini Lea dan Rachel anak-anak Laban yang berbahasa Aram juga. Jadi orang Israel (keturunan Yakub) mengikuti bahasa Aram bahasa nenek dan ibu mereka. Alkitab menyebut orang Israel adalah keturunan Aram (Kejadian 25:5).</p>
<p style="text-align:justify;">Ensiklopedia Islam (Cyrill Glasse, hlm.49-50) menyebut bangsa Arab adalah masyarakat Semit keturunan Quathan (Joktan, anak Eber) dan juga Adnan (hlm.12-13) yang menurunkan keturunan Ismael (putra Abraham), jadi bangsa Arab merupakan keturunan Semitik, Ibranik dan Abrahamik juga. Bahasa Arab berasal bahasa kuno Aram dan aksaranya merupakan perkembangan dari aksara Nabatea Aram.</p>
<p style="text-align:justify;">Nama Tuhan ‘El’ (Il) sudah lama dikenal di Mesopotamia, dan dalam dialek Aram nama itu disebut ‘Elah/Elaha (atau Alah/Alaha),’ di Israel disebut ‘El/Elohim/Eloah,’ dan dalam bahasa Arab disebut ‘Ilah/Allah.’ Kata sandang difinitif dalam bahasa Aram adalah ‘Ha’ yang diletakkan di belakang kata, dalam bahasa Ibrani diletakkan di depan (Ha Elohim), sedangkan dalam bahasa Arab kata sandang ditulis ‘Al’ diletakkan di depan (Al-Ilah). Jadi baik El/Elohim/Eloah, Elah/Elaha, dan Ilah/Allah menunjuk kepada Tuhan Monotheisme Abraham yang sama, baik sebagai nama pribadi maupun sebutan untuk ketuhanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Israel, nama ‘El/Elohim’ adalah nama Tuhan sebelum nama ‘Yahweh’ diperkenalkan kepada Musa (Keluaran 6:1-2), itulah sebabnya sebelum Keluaran tidak ada nama orang yang diberi identitas nama ‘Yahweh’ (seperti Eli’yah’) tetapi nama ‘El’ (a.l. Metusael, Ismael, Israel), dan sekalipun nama Yahweh sudah diperkenalkan, nama El tetap digunakan sebagai nama diri Tuhan. ‘El, elohe Yisrael’ (Kejadian 33:20;46:3) disetarakan dengan ‘Yahweh, elohe Yisrael’ (Keluaran 32:27; Yoshua 8:30). Dalam Perjanjian Lama, nama Elah/Elaha sudah ada dan ditulis pada abad-VI sM dalam kitab Esra yang ditulis dalam bahasa Aram dengan aksara Ibrani ‘Elah Yisrael’ (Allah Israel, 5:1; 6:14). Dalam Alkitab Aram Siria (Peshita) digunakan nama Elah/Elaha juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berkembangnya bahasa Arab, nama itu menjadi Ilah/Allah, dan orang-orang Yahudi yang berbahasa Arab dan orang Arab yang mengikuti kepercayaan Yahudi juga menggunakan nama Allah itu. Pada jemaat Kristen pertama sudah ada orang Arab yang percaya dan menyebut nama Tuhan dalam bahasa mereka sendiri (Kisah 2:8-11, yang tentunya ‘Allah’), dan rasul Paulus menyebut “Hagar adalah gunung Sinai di tanah Arab’ yang melahirkan anak darah daging Abraham (Galatia 4:21-31).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa jahiliah pra-Islam, sebutan ‘Allah’ pernah merosot dan juga ditujukan kepada Dewa Bulan/Air (di kalangan Ibrani, nama ‘Yahweh’ dan ‘Elohim’ juga pernah merosot digunakan untuk menyebut berhala Anak Lembu Emas; Keluaran 32:1-5;1Raja 12:28), namun Arab Hanif termasuk suku Ibrahimiyah dan Ismaeliyah tetap mempertahankan nama Allah sebagai nama diri Tuhan Abraham. Bahkan sebelum kelahiran agama Islam, nama Allah digunakan dalam pengertian nama diri Tuhan. Ensiklopedia Islam menyebutkan: “Gagasan tentang Tuhan Yang Mahaesa yang disebut dengan nama Allah, sudah dikenal oleh bangsa Arab kuno, Ajaran Kristen dan Yudaisme dipraktekkan diseluruh jazirah.” (hlm.50).</p>
<p style="text-align:justify;">“Nama “Allah” telah dikenal dan dipakai sebelum Alquran diwahyukan; misalnya nama Abd. Al-Allah (hamba Allah), nama ayah Nabi Muhammad. Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja, melainkan ia juga merupakan nama yang oleh umat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur, digunakan untuk memanggil Tuhan.” (hlm.23) Dalam Al-Quran beberapa kali disebutkan bahwa nama Allah digunakan bersama oleh Umat Yahudi, Kristen dan Islam. Nabi Muhammad mengakui pada masa hidupnya sudah ada orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan nama Allah. Dalam Al-Quran tertulis: “(Yaitu) orang2 yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mereka mengatakan: Tuhan kami Allah, Jikalau tiadalah pertahanan Allah terhadap manusia, sebagian mereka terhadap yang lain, niscaya robohlah gereja2 pendeta dan gereja2 Nasrani dan gereja2 Yahudi dan mesjid2, di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (Mahmud Yunus, Tafsir Quran Karim, QS.22:40).</p>
<p style="text-align:justify;">Menarik untuk diketahui bahwa pada abad yang sama kelahiran agama Islam, terjemahan ‘Injil Muqqadas’ dalam bahasa Arab (643) sudah memuat nama ‘Allah.’ Pada abad sebelum Islam, inskripsi kalangan Kristen ‘Umm al-Jimmal’ menulis ‘Allahu Ghafran’ (Allah yang mengampuni) dan ‘Inskripsi Zabad’ (512) diawali ucapan ‘Bism al-ilah’ (Dengan Nama Allah, dalam kitab Esra 5:1 tertulis ‘Beshum Elah’ Yisrael dalam bahasa Aram). Satu abad sebelum ayah Nabi Muhammad lahir, dalam Konsili Efesus (431) hadir uskup Arab Haritz bernama ‘Abd Al-Allah.’</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam penemuan arkaeologis tua lebih dari satu milenium sebelum kelahiran Islam ternyata ‘nama Allah’ sudah disebutkan sebagai nama diri dalam beberapa inskripsi yang ditemukan. Artikel ‘Allah Before Islam’ dalam ‘The Muslim World’ (Vol.38, 1938, hlm. 239-248) mencatat bahwa suku-suku Arab kuno ‘Lihyan’ dan ‘Thamudic’ yang bermukim di Jazirah Arab bagian Utara, meninggalkan inskripsi bertuliskan banyak nama ‘Allah’ sebagai nama diri. Pendahulu suku ‘Lihyan’ adalah suku ‘Dedan’ yang dalam Alkitab disebutkan sebagai keturunan Ketura, isteri Abraham (Kejadian 25:1-3). Kita mengetahui bahwa bahasa Arab diturunkan dari bahasa Nabatea Aram dimana nama Tuhan disebut ‘Allaha.’ Maka konsekwensinya, nama ‘Allah’ tertuju pada ‘Allah’ Abraham yang cikal-bakalnya adalah EL (el – ela – elah) atau IL (il – ila – ilah) semitik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dapat dimengerti mengapa agama-agama semitik sebelum Islam di kalangan berbahasa Arab sudah lama menggunakan nama ‘Allah.’ Jadi, nama Allah bukan nama Islam tetapi nama Arab untuk menyebut Tuhan Abraham dan El/Il semitik. Kini di negara-negara Arab, baik orang Yahudi, Kristen maupun Islam yang berbahasa Arab, semuanya menggunakan nama Allah tanpa masalah. Bambang Noorsena yang fasih berbahasa Arab dan pernah belajar selama dua tahun di Kairo menyebutkan bahwa di Kairo kota lama, dipintu gereja Al Mu’alaqqah ditulis ‘Allah Mahabah’ (Allah itu kasih) dan di pintu lainnya ‘Ra’isu al-Hikmata Makhaafatu Ilah’ (Permulaan Hikmat adalah Takut kepada Allah). Sinagoga ‘Ben Ezra’ menyebut bahwa dahulu disitu Rabbi ‘Moshe ben Ma’imun’ menulis buku ‘Al Misnah’ dan ‘Dalilat el-Hairin’ dalam bahasa Ibrani dan Arab dimana ‘El/Elohim’ diterjemahkan ‘Allah.’</p>
<p style="text-align:justify;">Kini ada 29 juta orang berbahasa Arab yang beragama Kristen dan semuanya menyebut nama ‘Allah,’ dan di kalangan ini beredar empat versi Alkitab berbahasa Arab yang menggunakan nama ‘Allah.’ Maka dari sini jelas bahwa bagi orang-orang Arab penganut Yahudi, Kristen, dan Islam, nama Allah digunakan bersama tanpa rasa curiga sebab mereka menyadari bahwa semua mempercayai Allah Abraham yang sama, sekalipun tidak disangkal adanya perbedaan aqidah yang dipercayai oleh masing-masing mengingat ketiganya memiliki kitab suci yang berbeda. Olaf Schuman teolog Kristen yang tiga tahun mengajar dan belajar di Universitas Al Azhar, Mesir, mengemukakan bahwa: “Memang tidak dapat disangkal adanya suatu masalah. Namun yang menjadi masalah ialah soal dogmatika atau ‘aqidah,’ sebab tiga agama surgawi itu mempunyai faham dogmatis yang berbeda mengenai Allah yang sama, baik hakekatnya maupun pula mengenai cara pernyataannya dan tindakan-tindakanny a.” (Keluar Dari Benteng Pertahanan, hlm. 175).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam terjemahan Alkitab ke bahasa Melayu, sejak awal nama Allah sudah digunakan. Daud Susilo, konsultan United Bible Societies, menulis: “Dalam terjemahan bahasa Melayu dan Indonesia, kata ‘Allah’ sudah digunakan terus menerus sejak terbitan Injil Matius dalam bahasa Melayu yang pertama (terjemahan Albert Corneliz Ruyl, 1629). Begitu juga dalam terjemahan Alkitab Melayu yang pertama (terjemahan Melchior Leijdekker, 1733) dan Alkitab Melayu yang kedua (terjemahan Hillebrandus Corneliz Klinkert, 1879) sampai saat ini.” (Forum Biblika, Lembaga Alkitab Indonesia, No.8/1998, hlm. 102)</p>
<p style="text-align:justify;">Alkitab berbahasa Melayu di Malaysia terbitan The Bible Society of Malaysia juga menggunakan nama ‘Allah.’ (Hal seperti itu dilakukan dalam penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Inggeris dimana nama Arab ‘Allah’ diterjemahkan ‘God’ dalam bahasa Inggeris). Dalam Alkitab dalam bahasa Indonesia, nama ‘Allah’ tetap digunakan melanjutkan Alkitab Melayu itu, karena di Indonesia, kata ‘Allah’ sudah lama menjadi bagian kosa kata bahasa Indonesia, karena itu di Indonesia penggunaannya sebagai nama ‘Tuhan Yang Mahaesa’ agama-agama Abraham/Ibrahim adalah umum.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila bangsa Arab pemilik bahasa Arab tidak mempermasalahkan penggunaan nama ‘Allah’ oleh agama-agama semitik, maka seyogyanya bangsa-bangsa non-Arab juga tidak mempermasalahkannya karena bukan bahasa mereka. Kesamaan nama ‘Allah’ yang disembah ketiga agama Semitik bisa menjadi perekat bahwa ketiganya sebenarnya bersaudara. Yang perlu disadari adalah bagaimana dalam keeksklusifan iman sesuai ajaran kitab suci masing-masing, agama bisa diamalkan dengan damai dan toleransi.</p>
<p style="text-align:justify;">Amin!</p>
<p style="text-align:justify;">Ulil Abshar-Abdalla Department of Near Eastern Languages and Civilizations Harvard University.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=41&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2009/01/01/allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">linkmemahamisufi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syekh Siti Jenar</title>
		<link>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/31/syekh-siti-jenar_2/</link>
		<comments>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/31/syekh-siti-jenar_2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 07:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[album siti jenar]]></category>
		<category><![CDATA[cerita siti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/31/33/</guid>
		<description><![CDATA[Bagian Dua _________ Setelah diasuh oleh Ki Danusela samapai usia 5 tahun, pada sekitar tahun 1431 M, Syekh Siti Jenar kecil (San Ali) diserahkan kepada Syekh Datuk Kahfi, pengasuh Pedepokan Giri Amparan Jati, agar dididik agama Islam yg berpusat di Cirebon oleh Kerajaan Sunda di sebut sebagai musu(h) alit [musuh halus] &#60;Purwaka Caruban Nagari, 75-76, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=33&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Bagian Dua</strong><br />
_________</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah diasuh oleh Ki Danusela samapai usia 5 tahun, pada sekitar tahun 1431 M, Syekh Siti Jenar kecil (San Ali) diserahkan kepada Syekh Datuk Kahfi, pengasuh Pedepokan Giri Amparan Jati, agar dididik agama Islam yg berpusat di Cirebon oleh Kerajaan Sunda di sebut sebagai musu(h) alit [musuh halus] &lt;Purwaka Caruban Nagari, 75-76, cat. 39; Sejarah Nasional Indonesia, vol. II;221&gt;</p>
<p style="text-align:justify;">Di Padepokan Giri Amparan Jati ini, San Ali menyelesaikan berbagai pelajaran keagamaan, terutama nahwu, sharaf, balaghah, ilmu tafsir, musthalah hadist, ushul fiqih dan manthiq. Ia menjadi santri generasi kedua. Sedang yg akan menjadi santri generasi ketiga adalah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Syarif Hidayatullah baru datang ke Cirebon, bersamaan dgn pulangnya Syekh Siti Jenar dari perantauannya di Timur Tengah sekitar tahun 1463, dalam status sebagai siswa Padepokan Giri Amparan Jati, dgn usia sekitar 17-an tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1446 M, setelah 15 tahun penuh menimba ilmu di Padepokan Amparan Jati, ia bertekad untuk keluar pondok dan mulai berniat untuk mendalami kerohanian (sufi). Sebagai titik pijaknya, ia bertekad untuk mencari &#8220;sangkan-paran&#8221; dirinya.<br />
Tujuan pertmanya adalah Pajajaran yg dipenuhi oleh para pertapa dan ahli hikmah Hindu-Budha. Di Pajajaran, Syekh Siti Jenar mempelajari kitab Catur Viphala warisan Prabu Kertawijaya Majapahit. Inti dari kitab Catur Viphala ini mencakup empat pokok laku utama.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, nihsprha, adalah suatu keadaan di mana tidak adal lagi sesuatu yg ingin dicapai manusia. Kedua, nirhana, yaitu seseorang tidak lagi merasakan memiliki badan dan karenanya tidak ada lagi tujuan. Ketiga, niskala adalah proses rohani tinggi, &#8220;bersatu&#8221; dan melebur (fana&#8217;) dgn Dia Yang Hampa, Dia Yang Tak Terbayangkan, Tak Terpikirkan, Tak Terbandingkan. Sehingga dalam kondisi (hal) ini, &#8220;aku&#8221; menyatu dgn &#8220;Aku&#8221;. Dan keempat, sebagai kesudahan dari niskala adalah nirasraya, suatu keadaan jiwa yg meninggalkan niskala dan melebur ke Parama-Laukika (fana&#8217; fi al-fana&#8217;), yakni dimensi tertinggi yg bebas dari segala bentuk keadaan, tak mempunyai ciri-ciri dan mengatasi &#8220;Aku&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Pajajaran San Ali melanjutkan pengembaraannya menuju Palembang, menemui Aria Damar, seorang adipati, sekaligus pengamal sufi-kebatinan, santri Maulana Ibrahim Samarkandi. Pada masa tuanya, Aria Damar bermukim di tepi sungai Ogan, Kampung Pedamaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Diperkirakan Syekh Siti Jenar berguru kepada Aria Damar antara tahun 1448-1450 M. bersama Aria Abdillah ini, San Ali mempelajari pengetahuan tentang hakikat ketunggalan alam semesta yg dijabarkan dari konsep &#8220;nurun &#8216;ala nur&#8221; (cahaya Maha Cahaya), atau yg kemudian dikenal sebagai kosmologi emanasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Palembang, San Ali melanjutkan perjalanan ke Malaka dan banyak bergaul dgn para bangsawan suku Tamil maupun Malayu. Dari hubungan baiknya itu, membawa San Ali untuk memasuki dunia bisnis dgn menjadi saudagar emas dan barang kelontong. Pergaulan di dunia bisnis tsb dimanfaatkan oleh San Ali untuk mempelajari berbagai karakter nafsu manusia, sekaligus untuk menguji laku zuhudnya ditengah gelimang harta. Selain menjadi saudagar, Syekh Siti jenar juga menyiarkan agama Islam yg oleh masyarakat setempat diberi gelar Syekh jabaranta. Di Malaka ini pula, ia bertemu dgn Datuk Musa, putra Syekh Datuk Ahmad. Dari uwaknya ini, Syekh Datuk Ahmad, San Ali dianugerahi nama keluarga dan nama ke-ulama-an Syekh Datuk &#8216;Abdul Jalil.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari perenungannya mengenai dunia nafsu manusia, hal ini membawa Syekh Siti Jenar menuai keberhasilan menaklukkan tujuh hijab, yg menjadi penghalang utama pendakian rohani seorang salik (pencari kebenaran). Tujuh hijab itu adalah lembah kasal (kemalasan naluri dan rohani manusia); jurang futur (nafsu menelan makhluk/orang lain); gurun malal (sikap mudah berputus asa dalam menempuh jalan rohani); gurun riya&#8217; (bangga rohani); rimba sum&#8217;ah (pamer rohani); samudera &#8216;ujub (kesombongan intelektual dan kesombongan ragawi); dan benteng hajbun (penghalang akal dan nurani).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pencerahan Rohani di Baghdad</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengetahui bahwa dirinya merupakan salah satu dari keluarga besar ahlul bait (keturunan Rasulullah), Syekh Siti Jenar semakin memiliki keinginan kuat segera pergi ke Timur Tengah terutama pusat kota suci Makkah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan ini, dari pembicaraan mengenai hakikat sufi bersama ulama Malaka asal Baghdad Ahmad al-Mubasyarah al-Tawalud di sepanjang perjalanan. Syekh Siti Jenar mampu menyimpan satu perbendaharaan baru, bagi perjalanan rohaninya yaitu &#8220;ke-Esaan af&#8217;al Allah&#8221;, yakni kesadaran bahwa setiap gerak dan segala peristiwa yg tergelar di alam semesta ini, baik yg terlihat maupun yg tidak terlihat pada hakikatnya adalah af&#8217;al Allah. Ini menambah semangatnya untuk mengetahui dan merasakan langsung bagaimana af&#8217;al Allah itu optimal bekerja dalam dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah pangkal pandangan yg dikemudian hari memunculkan tuduhan dari Dewan Wali, bahwa Syekh Siti Jenar menganut paham Jabariyah. Padahal bukan itu pemahaman yg dialami dan dirasakan Syekh Siti Jenar. Bukan pada dimensi perbuatan alam atau manusianya sebagai tolak titik pandang akan tetapi justru perbuatan Allah melalui iradah dan quradah-NYA yg bekerja melalui diri manusia, sebagai khalifah-NYA di alam lahir. Ia juga sampai pada suatu kesadaran bahwa semua yg nampak ada dan memiliki nama, pada hakikatnya hanya memiliki satu sumber nama, yakni Dia Yang Wujud dari segala yg maujud.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya di Baghdad, ia menumpang di rumah keluarga besar Ahmad al-Tawalud. Disinilah cakrawala pengetahuan sufinya diasah tajam. Sebab di keluarga al-Tawalud tersedia banyak kitab-kitab ma&#8217;rifat dari para sufi kenamaan. Semua kitab itu adalah peninggalan kakek al-Tawalud, Syekh &#8216;Abdul Mubdi&#8217; al-Baghdadi. Di Irak ini pula, Syekh Siti Jenar bersentuhan dgn paham Syi&#8217;ah Ja&#8217;fariyyah, yg di kenal sebagai madzhab ahl al-bayt.</p>
<p style="text-align:justify;">Syekh Siti Jenar membaca dan mempelajari dgn Baik tradisi sufi dari al-Thawasinnya al-Hallaj (858-922), al-Bushtamii (w.874), Kitab al-Shidq-nya al-Kharaj (w.899), Kitab al-Ta&#8217;aruf al-Kalabadzi (w.995), Risalah-nya al-Qusyairi (w.1074), futuhat al-Makkiyah dan Fushush al-Hikam-nya Ibnu &#8216;Arabi (1165-1240), Ihya&#8217; Ulum al-Din dan kitab-kitab tasawuf al-Ghazali (w.1111), dan al-Jili (w.1428). secara kebetulan periode al-jili meninggal, Syekh Siti Jenar sudah berusia dua tahun. Sehingga saat itu pemikiran-permikiran al-Jili, merupakan hal yg masih sangat baru bagi komunitas Islam Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sebenarnya Syekh Siti Jenar-lah yg pertama kali mengusung gagasan al-Hallaj dan terutama al-Jili ke Jawa. Sementara itu para wali anggota Dewan Wali menyebarluaskan ajaran Islam syar&#8217;i madzhabi yg ketat. Sebagian memang mengajarkan tasawuf, namun tasawuf tarekati, yg kebanyakkan beralur pada paham Imam Ghazali. Sayangnya, Syekh Siti Jenar tidak banyak menuliskan ajaran-ajarannya karena kesibukannya menyebarkan gagasan melalui lisan ke berbagai pelosok Tanah Jawa. Dalam catatan sastra suluk Jawa hanya ada 3 kitab karya Syekh Siti Jenar; Talmisan, Musakhaf (al-Mukasysyaf) dan Balal Mubarak. Masyarakat yg dibangunnya nanti dikenal sebagai komunitas Lemah Abang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sekian banyak kitab sufi yg dibaca dan dipahaminya, yg paling berkesan pada Syekh Siti Jenar adalah kitab Haqiqat al-Haqa&#8217;iq, al-Manazil al-Alahiyah dan al-Insan al-Kamil fi Ma&#8217;rifat al-Awakhiri wa al-Awamil (Manusia Sempurna dalam Pengetahuan tenatang sesuatu yg pertama dan terakhir). Ketiga kitab tersebut, semuanya adalah puncak dari ulama sufi Syekh &#8216;Abdul Karim al-Jili.</p>
<p style="text-align:justify;">Terutama kitab al-Insan al-Kamil, Syekh Siti Jenar kelak sekembalinya ke Jawa menyebarkan ajaran dan pandangan mengenai ilmu sangkan-paran sebagai titik pangkal paham kemanuggalannya. Konsep-konsep pamor, jumbuh dan manunggal dalam teologi-sufi Syekh Siti Jenar dipengaruhi oleh paham-paham puncak mistik al-Hallaj dan al-Jili, disamping itu karena proses pencarian spiritualnya yg memiliki ujung pemahaman yg mirip dgn secara praktis/&#8217;amali-al-Hallaj; dan secara filosofis mirip dgn al-Jili dan Ibnu &#8216;Arabi.</p>
<p style="text-align:justify;">Syekh Siti Jenar menilai bahwa ungkapan-ungkapan yg digunakan al-Jili sangat sederhana, lugas, gampang dipahami namun tetap mendalam. Yg terpenting, memiliki banyak kemiripan dgn pengalaman rohani yg sudah dilewatkannya, serta yg akan ditempuhnya. Pada akhirnya nanti, sekembalinya ke Tanah Jawa, pengaruh ketiga kitab itu akan nampak nyata, dalam berbagai ungkapan mistik, ajaran serta khotbah-khotbahnya, yg banyak memunculkan guncangan-guncangan keagamaan dan politik di Jawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Syekh Siti Jenar banyak meluangkan waktu mengikuti dan mendengarkan konser-konser musik sufi yg digelar diberbagai sama&#8217; khana. Sama&#8217; khana adalah rumah-rumah tempat para sufi mendengarkan musik spiritual dan membiarkan dirinya hanyut dalam ekstase (wajd). Sama&#8217; khana mulai bertumbuhan di Baghdad sejak abad ke-9 (Schimmel; 1986, hlm. 185). Pada masa itu grup musik sufi yg terkenal adalah al-Qawwal dgn penyanyi sufinya &#8216;Abdul Warid al-Wajd.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai pengalaman spiritual dilaluinya di Baghdad sampai pada tingkatan fawa&#8217;id (memancarnya potensi pemahaman roh karena hijab yg menyelubunginya telah tersingkap. Dgn ini seseorang akan menjadi berbeda dgn umumnya manusia); dan lawami&#8217; (mengejawantahnya cahaya rohani akibat tersingkapnya fawa&#8217;id), tajaliyat melalui Roh al-haqq dan zawaid (terlimpahnya cahaya Ilahi ke dalam kalbu yg membuat seluruh rohaninya tercerahkan). Ia mengalami berbagai kasyf dan berbagai penyingkapan hijab dari nafsu-nafsunya. Disinilah Syekh Siti Jenar mendapatkan kenyataan memadukan pengalaman sufi dari kitab-kitab al-Hallaj, Ibnu &#8216;Arabi dan al-Jili.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan setiap kali ia melantunkan dzikir dikedalaman lubuk hatinya dgn sendirinya ia merasakan denting dzikir dan menangkap suara dzikir yg berbunyi aneh, Subhani, alhamdu li, la ilaha illa ana wa ana al-akbar, fa&#8217;budni (mahasuci aku, segala puji untukku, tiada tuhan selain aku, maha besar aku, sembahlah aku). Walaupun telinganya mendengarkan orang di sekitarnya membaca dzikir Subhana Allah, al-hamduli Allahi, la ilaha illa Allah, Allahu Akbar, fa&#8217;buduhu, namun suara yg di dengar lubuk hatinya adalah dzikir nafsi, sebagai cerminan hasil man &#8216;arafa bafsahu faqad &#8216;arafa Rabbahu tersebut. Sampai di sini, Syekh Siti Jenar semakin memahami makna hadist Rasulullah &#8220;al-Insan sirri wa ana sirruhu&#8221; (Manusia adalah Rahasia-Ku dan Aku adalah rahasianya).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya inti ajaran Syekh Siti Jenar sama dgn ajaran sufi &#8216;Abdul Qadir al-Jilani (w.1165), Ibnu &#8216;Arabi (560/1165-638-1240), Ma&#8217;ruf al-Karkhi, dan al-Jili. Hanya saja ketiga tokoh tsb mengalami nasib yg baik dalam artian, ajarannya tidak dipolitisasi, sehingga dalam kehidupannya di dunia tidak pernah mengalami intimidasi dan kekerasan sebagai korban politik dan menemui akhir hayat secara biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/31/syekh-siti-jenar_1"><span style="text-decoration:underline;"><strong>bagian satu &#8230; &#8212;&gt;</strong></span></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=33&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/31/syekh-siti-jenar_2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">linkmemahamisufi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syekh Siti Jenar</title>
		<link>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/31/syekh-siti-jenar_1/</link>
		<comments>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/31/syekh-siti-jenar_1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 06:49:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[album siti jenar]]></category>
		<category><![CDATA[cerita siti jenar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linkmemahamisufi.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Bagian Satu _________________ Syekh Siti Jenar lahir sekitar tahun 829 H/1348 C/1426 M (Serat She Siti Jenar Ki Sasrawijaya; Atja, Purwaka Tjaruban Nagari (Sedjarah Muladjadi Keradjan Tjirebon), Ikatan Karyawan Museum, Jakarta, 1972; P.S. Sulendraningrat, Purwaka Tjaruban Nagari, Bhatara, Jakarta, 1972; H. Boedenani, Sejarah Sriwijaya, Terate, Bandung, 1976; Agus Sunyoto, Suluk Abdul Jalil Perjalanan Rohani Syaikh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=29&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Bagian Satu</strong><br />
_________________</p>
<p style="text-align:justify;">Syekh Siti Jenar lahir sekitar tahun 829 H/1348 C/1426 M (Serat She Siti Jenar Ki Sasrawijaya; Atja, Purwaka Tjaruban Nagari (Sedjarah Muladjadi Keradjan Tjirebon), Ikatan Karyawan Museum, Jakarta, 1972; P.S. Sulendraningrat, Purwaka Tjaruban Nagari, Bhatara, Jakarta, 1972; H. Boedenani, Sejarah Sriwijaya, Terate, Bandung, 1976; Agus Sunyoto, Suluk Abdul Jalil Perjalanan Rohani Syaikh Syekh Siti Jenar dan Sang Pembaharu, LkiS, yogyakarta, 2003-2004; Sartono Kartodirjo dkk, [i]Sejarah Nasional Indonesia, Depdikbud, Jakarta, 1976; Babad Banten; Olthof, W.L., Babad Tanah Djawi. In Proza Javaansche Geschiedenis, &#8216;s-Gravenhage, M.Nijhoff, 1941; raffles, Th.S., The History of Java, 2 vol, 1817), dilingkungan Pakuwuan Caruban, pusat kota Caruban larang waktu itu, yg sekarang lebih dikenal sebagai Astana japura, sebelah tenggara Cirebon. Suatu lingkungan yg multi-etnis, multi-bahasa dan sebagai titik temu kebudayaan serta peradaban berbagai suku.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama ini, silsilah Syekh Siti Jenar masih sangat kabur. Kekurang jelasan asal-usul ini juga sama dgn kegelapan tahun kehidupan Syekh Siti Jenar sebagai manusia sejarah.  Pengaburan tentang silsilah, keluarga dan ajaran Beliau yg dilakukan oleh penguasa muslim pada abad ke-16 hingga akhir abad ke-17. Penguasa merasa perlu untuk &#8220;mengubur&#8221; segala yg berbau Syekh Siti Jenar akibat popularitasnya di masyarakat yg mengalahkan dewan ulama serta ajaran resmi yg diakui Kerajaan Islam waktu itu. Hal ini kemudian menjadi latar belakang munculnya kisah bahwa Syekh Siti Jenar berasal dari cacing.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah naskah klasik, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, &#8220;Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.&#8221; [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia berdarah kecil saja (rakyat jelata), bertempat tinggal di desa Lemah Abang]&#8230;.&lt;serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1&gt;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi Syekh Siti Jenar adalah manusia lumrah hanya memang ia walau berasal dari kalangan bangsawan setelah kembali ke Jawa menempuh hidup sebagai petani, yg saat itu, dipandang sebagai rakyat kecil oleh struktur budaya Jawa, disamping sebagai wali penyebar Islam di Tanah Jawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Syekh Siti Jenar yg memiliki nama kecil San Ali dan kemudian dikenal sebagai Syekh &#8216;Abdul Jalil adalah putra seorang ulama asal Malaka, Syekh Datuk Shaleh bin Syekh &#8216;Isa &#8216;Alawi bin Ahmadsyah Jamaludin Husain bin Syekh &#8216;Abdullah Khannuddin bin Syekh Sayid &#8216;Abdul Malikal-Qazam. Maulana &#8216;Abdullah Khannuddin adalah putra Syekh &#8216;Abdul Malik atau Asamat Khan. Nama terakhir ini adalah seorang Syekh kalangan &#8216;Alawi kesohor di Ahmadabad, India, yg berasal dari Handramaut. Qazam adalah sebuah distrik berdekatan dgn kota Tarim di Hadramaut.</p>
<p style="text-align:justify;">Syekh &#8216;Abdul Malik adalah putra Syekh &#8216;Alawi, salah satu keluarga utama keturunan ulama terkenal Syekh &#8216;Isa al-Muhajir al-Bashari al-&#8217;Alawi, yg semua keturunannya bertebaran ke berbagai pelosok dunia, menyiarkan agama Islam. Syekh &#8216;Abdul Malik adalah penyebar agama Islam yg bersama keluarganya pindah dari Tarim ke India. Jika diurut keatas, silsilah Syekh Siti Jenar berpuncak pada Sayidina Husain bin &#8216;Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah. Dari silsilah yg ada, diketahui pula bahwa ada dua kakek buyutnya yg menjadi mursyid thariqah Syathariyah di Gujarat yg sangat dihormati, yakni Syekh Abdullah Khannuddin dan Syekh Ahmadsyah Jalaluddin. Ahmadsyah Jalaluddin setelah dewasa pindah ke Kamboja dan menjadi penyebar agama Islam di sana.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun Syekh Maulana &#8216;sa atau Syekh Datuk &#8216;Isa putra Syekh Ahmadsyah kemudian bermukim di Malaka. Syekh Maulana &#8216;Isa memiliki dua orang putra, yaitu Syekh Datuk Ahamad dan Syekh Datuk Shaleh. Ayah Syekh Siti Jenar adalah Syekh Datuk Shaleh adalah ulama sunni asal Malaka yg kemudian menetap di Cirebon karena ancaman politik di Kesultanan Malaka yg sedang dilanda kemelut kekuasaan pada akhir tahun 1424 M, masa transisi kekuasaan Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sumber-sumber Malaka dan Palembang menyebut nama Syekh Siti Jenar dgn sebutan Syekh Jabaranta dan Syekh &#8216;Abdul Jalil.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhir tahun 1425, Syekh Datuk Shaleh beserta istrinya sampai di Cirebon dan saat itu, Syekh Siti Jenar masih berada dalam kandungan ibunya 3 bulan. Di Tanah Caruban ini, sambil berdagang Syekh Datuk Shaleh memperkuat penyebaran Islam yg sudah beberapa lama tersiar di seantero bumi Caruban, besama-sama dgn ulama kenamaan Syekh Datuk Kahfi, putra Syehk Datuk Ahmad. Namun, baru dua bulan di Caruban, pada tahun awal tahun 1426, Syekh Datuk Shaleh wafat.  Sejak itulah San Ali atau Syekh Siti Jenar kecil diasuh oleh Ki Danusela serta penasihatnya, Ki Samadullah atau Pangeran Walangsungsang yg sedang nyantri di Cirebon, dibawah asuhan Syekh datuk Kahfi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi walaupun San Ali adalah keturunan ulama Malaka, dan lebih jauh lagi keturunan Arab, namun sejak kecil lingkungan hidupnya adalah kultur Cirebon yg saat itu menjadi sebuah kota multikultur, heterogen dan sebagai basis antarlintas perdagangan dunia waktu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu Cirebon dgn Padepokan Giri Amparan Jatinya yg diasuh oleh seorang ulama asal Makkah dan Malaka, Syekh Datuk Kahfi, telah mampu menjadi salah satu pusat pengajaran Islam, dalam bidang fiqih dan ilmu &#8216;alat, serta tasawuf. Sampai usia 20 tahun, San Ali mempelajari berbagai bidang agama Islam dgn sepenuh hati, disertai dgn pendidikan otodidak bidang spiritual.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/31/syekh-siti-jenar_2"><strong>bagian dua &#8230;. &#8211;&gt;</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=29&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/31/syekh-siti-jenar_1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">linkmemahamisufi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEMPURNA</title>
		<link>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/17/sempurna/</link>
		<comments>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/17/sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 07:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[lagu sufi]]></category>
		<category><![CDATA[lagu sempurna]]></category>
		<category><![CDATA[sempurna gita gutawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linkmemahamisufi.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Kau begitu sempurna Dimataku kau begitu indah kau membuat diriku akan slalu memujamu Disetiap langkahku Kukan slalu memikirkan dirimu Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu Janganlah kau tinggalkan diriku           &#60;&#8212;&#8211;* Takkan mampu menghadapi semua Hanya bersamamu ku akan bisa Reff: Kau adalah darahku Kau adalah jantungku Kau adalah hidupku Lengkapi diriku Oh sayangku, kau begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=24&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kau begitu sempurna<br />
Dimataku kau begitu indah<br />
kau membuat diriku<br />
akan slalu memujamu</p>
<p>Disetiap langkahku<br />
Kukan slalu memikirkan dirimu<br />
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu</p>
<p>Janganlah kau tinggalkan diriku           &lt;&#8212;&#8211;*<br />
Takkan mampu menghadapi semua<br />
Hanya bersamamu ku akan bisa</p>
<p>Reff:</p>
<p>Kau adalah darahku<br />
Kau adalah jantungku<br />
Kau adalah hidupku<br />
Lengkapi diriku<br />
Oh sayangku, kau begitu<br />
Sempurna.. Sempurna..</p>
<p>Kau genggam tanganku<br />
Saat diriku lemah dan terjatuh<br />
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku</p>
<p>Back to &lt;&#8212;&#8211;*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=24&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/17/sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">linkmemahamisufi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayat2 Tauhid</title>
		<link>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/15/ayat2-tauhid/</link>
		<comments>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/15/ayat2-tauhid/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 08:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid dalam alquran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linkmemahamisufi.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Nuh mengajarkan tauhid ( al-A&#8217;raf 59 ). لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحاً إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ إِنِّيَ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ 59. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: &#8220;Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.&#8221; Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=15&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Nabi Nuh mengajarkan tauhid ( al-A&#8217;raf 59 ).</p>
<p style="text-align:justify;">لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحاً إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ إِنِّيَ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>59. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: &#8220;Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.&#8221; Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Al- lah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Hud mengajarkan tauhid ( Hud 50 ).</p>
<p style="text-align:justify;">وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُوداً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ مُفْتَرُونَ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>50. Dan kepada kaum &#8216;Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia berkata: &#8220;Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Shalih mengajarkan tauhid ( Hud 61 ).</p>
<p style="text-align:justify;">وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحاً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>61. Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: &#8220;Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya [726], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do&#8217;a hamba-Nya).&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Syu&#8217;aib mengajarkan tauhid ( Hud 84 ).</p>
<p style="text-align:justify;">وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْباً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ وَلاَ تَنقُصُواْ الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِنِّيَ أَرَاكُم بِخَيْرٍ وَإِنِّيَ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُّحِيطٍ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>84. Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syu&#8217;aib. Ia berkata: &#8220;Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).&#8221; </em></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Musa mengajarkan tauhid ( Thoha 13-14 ).</p>
<p style="text-align:justify;">إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي</p>
<p style="text-align:justify;"><em>14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Ibrahim, Ishaq dan Ismail juga mengajarkan tauhid ( al-Baqarah 133 ).</p>
<p style="text-align:justify;">أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاء إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُواْ نَعْبُدُ إِلَـهَكَ وَإِلَـهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَـهاً وَاحِداً وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>133. Adakah kamu hadir ketika Ya&#8217;qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: &#8220;Apa yang kamu sembah sepeninggalku?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya&#8221;. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Juga Nabi Isa ajarannya adalah tauhid ( al-Maidah 72 ).</p>
<p style="text-align:justify;">لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُواْ اللّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam&#8221;, padahal Al Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu&#8221;. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. </em></p>
<p style="text-align:justify;">dan masih ada lagi yang lain sehubungan dengan Tauhid.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=15&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/15/ayat2-tauhid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">linkmemahamisufi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayat2 Takwa</title>
		<link>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/11/ayat2-takwa/</link>
		<comments>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/11/ayat2-takwa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 07:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m@sJK</dc:creator>
				<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[takwa]]></category>
		<category><![CDATA[ayat yang berhubungan dengan takwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linkmemahamisufi.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang paling bertaqwa di antara kalian&#8221;. (Q. s., al-Hujurat: 13). &#8220;Sesungguhnya Allah menyintai orang-orang yang bertaqwa&#8221;. (Q. s., al-Tawbah : 7). [2:2] Kitab {11} (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, {12} (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 2) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=4&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&#8220;Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang paling bertaqwa di antara kalian&#8221;. (Q. s., al-Hujurat: 13).</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sesungguhnya Allah menyintai orang-orang yang bertaqwa&#8221;. (Q. s., al-Tawbah : 7).</p>
<p style="text-align:justify;">[2:2] Kitab {11} (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, {12} (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 2)</p>
<p style="text-align:justify;">[6:32] Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka {468}. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (SURAT AL AN&#8217;AAM (Binatang ternak) ayat 32)</p>
<p style="text-align:justify;">[8:29] Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada ALlah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan {607}. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (AL ANFAAL (Rampasan perang) ayat 29)</p>
<p style="text-align:justify;">[9:4] kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya {629}. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. (SURAT AT TAUBAH (Pengampunan) ayat 4)</p>
<p style="text-align:justify;">[9:108] Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh-nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih. (SURAT AT TAUBAH (Pengampunan) ayat 108)</p>
<p style="text-align:justify;">[9:109] Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (SURAT AT TAUBAH (Pengampunan) ayat 109)</p>
<p style="text-align:justify;">[9:123] Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. (SURAT AT TAUBAH (Pengampunan) ayat 123)</p>
<p style="text-align:justify;">[25:15] Katakanlah: &#8220;Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa?&#8221; Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?&#8221;. (AL FURQAAN (PEMBEDA) ayat 15)</p>
<p style="text-align:justify;">[47:17] Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya. (MUHAMMAD (NABI MUHAMMAD S.A.W) ayat 17)</p>
<p style="text-align:justify;">[49:13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (AL HUJURAAT (KAMAR-KAMAR) ayat 13)</p>
<p style="text-align:justify;">[51:15] Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, (ADZ DZAARIYAAT (ANGIN YANG MENERBANGKAN) ayat 15)</p>
<p style="text-align:justify;">[78:31] Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (AN NABA&#8217; (BERITA BESAR) ayat 31)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/linkmemahamisufi.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linkmemahamisufi.wordpress.com&amp;blog=5812048&amp;post=4&amp;subd=linkmemahamisufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linkmemahamisufi.wordpress.com/2008/12/11/ayat2-takwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">linkmemahamisufi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
